Sabtu, 27 Februari 2010

Narsisisme dan Ekshibisionisme

Gatot Jariono,S.Pd
Mahasiswa Program pascasarjana Universitas Negeri Makassar 09
Jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Perkembangan teknologi telah membawa pengaruh besar bagi kehidupan umat. Teknologi memberikan kemudahan berbagai aktivitas posistif, tapi juga bisa menjadi perantara terciptanya perilaku menyimpang yang negatif.
Pengaruh negatif tampak pads menguatnya gejala narsisisme dan ekshibisionisme yang makin marak. Narasisisme adalah kecenderungan suka mempertunjukkan kelebihan diri. Sedangkan ekshibisionisme adalah memperlihatkan hal-hal atau tindakan yang tak senonoh.


Telepon genggam berkamera kerap disalahgunakan sebagai alai untuk merekam kelebihan diri (ketampanan atau kecantikan) hingga mempertunjukkan bagian-bagian tubuh yang haram dilihat oleh bukan muhrimnya. Tak jarang foto alai video porno direkam dan disebarkan melalui telepon.
Perkembangan jejaring sosial dunia mays juga telah memerantarai individu Muslim "unjuk gigi', Situ-situ jejaring sosialseolah memberikan ruang lapang untuk bersikap narsis, bahkan mempertontonkan hal-hal yang bersifat ekshibisionistis.
Perkembangan initentu saja memp6hafinkan,karena perangkat teknologi yang ada tidak digunakan sebagaimana tuntunan Allah SWT Allah SWT tidak melarang mencintai diri sendiri.
Sebab, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk memperlebal rasa percayc diri dan rasa syukur kepada Allah SWT , manusia dianjurkan untuk melihat karunia yang dilimpahkan Allah SWT,
Hanya saja, mencintai diri sendiri tak berarti harus menunjukkan kelebihan diri di hadapan umum. Sikap narsis adalah gejala membanggakan kelebihan dan keunggulan diri, sehingga clapat menimbulkan sifat sombong clan takabur.
Sifat sombong inilah yang dibenci Allah SWT. "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS Luqman (31)'18).
Sementara seorang ekshibisionis adalah yang suka mempertontonkan auratnya. Memperlihatkan aural dilaranng karena clapat mendekatkan seseorang kepada perbuatan zina. Setiap Muslim juga diingatkan untuk menjaga pandangan dan memelihara kemaluannya.
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."(QS Annuur (24); 30).
Di sinilah kita perlu arif memaknai perangkat teknologi. Setiap perangkat teknologi kemunikasi clan informasi hampir selalu menganut diktum yang sudah lama kits kenal, man behind the gun, yaitu bergantungan pads siapa dan untuk apa perangkat teknologi itu digunakan. Aapakah demi kebaikan, alai sebaliknya untuk kemungkaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar