Sabtu, 27 Februari 2010

Menanam "pohon" Amal

Oleh; Gatot Jariono,S.Pd
Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar angkatan 2009
Jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Nabi Muhammad SAW bersabda. "Sesungguhnya Allah
ta'ala Mahabaik, maka berbuat baiklah kamu sekalian.
"(HR Ibnu Abi Ashim).
Kehidupan dunia adalah salah satu tempat persinggahan. Kehidupan dunia adalah salah satu rangkaian episode yang dijaiani dan akan dilewati. Kehidupan dunia ibarat tempat menanam yang akan dipanen buahnya di kehidupan akhirat kelak.


Bila kits menanam amal baik, maka buah yang akan dipanen pun akan baik pula. Begitu sebaliknya, jika aural buruk yang kita semai maka buah keburukan yang akan kita dapatkan. Islam mengajarkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara, ada kehidupan akhirat yang khairu wa abda'(Iebih baik clan IeWh kekal) yang akan dijalani setelah kehidupan dunia usal. U.1tuk itu, Islam mengajarkan agar umat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Mengisi waktu dengan amalan ketaatan, sehingga bisa menuai keberkahan nantinya.
Jika tahun diibaratkan dengan pohon. Sedangkan bulan adalah cabangnya, had adalah dahannya, jam adalanh daunnya dan amal perbuatan adalah buahnya. Maka, barangsiapa yang menanam ketaatan , maka yang tumbuh adalah ketaatan dengan buah-buahan yang manis. Akan tetapi, barang siapa yang menanam kemasiatan clan doss, maka yang tumbuh adalah pohon dengan buahnya yang pahftdan menjijikan.
Telah bersabda Rasulullah SAW, "Orang yang piawai yang menguasai nafsunya dan beramal untuk mass sesudah coati, sedangkan orang yang dungu ialah yang melepaskan kendali nafsunya clan selalu beranganangan kosong terhadap Allah. "(HR Ahmad clan Tirmidzi).
Jika kits menginginkan buah yang manis dengan bentuknya yang indah kelak di akhirat, maka mulai saat ini, marilah kits tanam pohon ketaatan, dengan mengisi waktu yang kita miliki dengan hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah.
Dalam kehidupan dunia, kita diibaralkan perahu kokoh yang sanggup menahan oeban, terbuat dari kayu terbaik di dunia, dengan layar gagah menantang angin. Kesejatian kita adalah berlayar mengarungi samudra, mehembug badai, clan menemukan pantai harapan. Sehebat apa pun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya ter.lambat di dermaga.
Yang memisahlan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang, dan batu karang. Yang memisahkan kb dengan koberhasilan adalah masalah yang menantang. Yang memisahkan kita dengan buah yang manis adalah keriauan berkorban dengan menanam amal kebajikan.
Di skulah tanda kesetiaan terufi. Hakikat perahu adalah berlayar menembus )egalah rintangan. Hakikat diri kits adalah berkarya menemukan kebahagiaan. Hakikat hidup kita adalah beramal menebar kebaikan. Mahlah kits menanam amal kebaikan untuk kita panen di kampung akhirat kelak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar