Sabtu, 27 Februari 2010

MENTAL MEMBERI

Oleh Gatot Jariono,S.Pd
Makassar,27 pebruari 2009

' (Yaitu) orang-orang yang
menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun
sempit."
(QS Ali lmran (31:134)
Dalam tafsirnya mengenai ayat di atas, Ibnu Katsir menjelaskan salah satu sifat orang bertakwa yang mendapat ampunan clan surga dad Allah SWT adalah gemar bersedekah. Dalam kondisi apa pun, baik mudah maupun sulit, sehat maupun sakit, siang maupun malam, sendiri maupun keramaian.


Yang menjacli pokok perhatian Islam sebetulnya bukan seberapa banyak seseorang bersedekah, melainkan sesering apa bersedekah. Bukan kuantitas, tapi kontinuios dalam beresedekah. Islam mengendaki kita memiliki mentalitas memberi.
Alas dasar itulah, Rasulullah SAW memupuk mentalitas memberi pads diri pars sahabatnya. "Tangan di alas lebih baik daripada tangan di bawah. "(HR Bukhari).
"Sedekah adalah bukti (keimanan), "(HR Muslim). Begitu pula sabda berikut. "Aural yang paling dicintai Allah adalah amal yang dapat mendatangkan kebahagiaan, mengusir kesedihan, membebaskan utang, clan menghilangkan rasa lapar seorang Mukmin. "(HR Ibnu Abi al-Dunya).
Di saat tak ada barang atau uang yang bisa disedekahkan, Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesempatan bersedekah masih tetap terbuka. "Setup kebajikan adalah sedekah. "(HR Bukhar).
Pads kesempatan lain, Rasulullah SAW bersabda. "Setup Muslim hendaknya bersedekah. " Para sahabat bertanya. Jika ia tidak punya sesuatu yang hendak disedekahkan?"
Rasulullah SAW menjawab, "Hendaknya ia bekero yang mendatangkan manfaat bagi dirinya lantas bersedakah." Mereka bertanya. "Jika ia tidak mampu?"
Beliau menjawab, "Menolong orang yang membutuhkan pert longan."Mereka bertanya,"Jika ia tidak mampu? Beliau menjawab, "Memerintahkan yang baik. "Mereka bertanya. "Jika ia tidak mampu?" Beliau menjawab, "Menahan diri utntuk tidak berbuat jahat Itu adalah sedekah. '(HR Bukhari).
Ibnu Hajar mengatakan bahwa sedekah tidak hnya bermakna'memberikan harts', tapi lebih lugs dari itu. Sedekah bisa jugs berbentuksunibangan tenaga dan pikiran. Bahkan, membuang pikiran jahat, di kepala pun merupakan sedekah.
Karena itu, kelebihan apa pun baik berupa mated, tenaga maupun pikiran yang dimiliki seorang Muslim, hendaknya disedekahkan untuk mereka yang membutuhkan.
Jika setup Muslim mernAhami ini dengan baik, kita tentu tidak akan lagi menyaksikan orang-orang miskin yang menjerit, balita yang menderita gizi buruk, anak-anak putus sekolah yang terlantar, dan pemandangan miris lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar